pendidikan

Berita Terkini

Mudahkan Aktifitas Masyarakat, Koramil 04/Jebres Gotong Royong Dalam Rangka Karya Bakti Daerah Tahap III TA. 2026 Di Wilayah Gandekan

Surakarta - Selalu ada di setiap kegiatan di wilayah teritorialnya, Anggota Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta melaksanakan apel...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2026

Kepala Sekolah SMKN 1 Jatibarang Dinilai Arogan,Main Hakim Sendiri Murid Kelas XI Diputus Tanpa Prosedur

INDRAMAYU— Inara my.Id-

Dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu kembali dicoreng oleh tindakan arogan dan sewenang-wenang. Kepala Sekolah SMKN 1 Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pihak sekolah nekat memberhentikan salah satu siswanya secara sepihak hanya berlandaskan tuduhan "berkelakuan tidak baik". Pemberhentian tanpa mekanisme pemanggilan resmi maupun Surat Peringatan (SP) ini menabrak aturan hukum dan mencederai hak konstitusional anak atas pendidikan.

Akibat tindakan otoriter tersebut, korban kini mengurung diri, mengalami trauma berat, dan murung karena menanggung malu tidak lagi bisa bersekolah bersama teman-temannya.

Nasib memilukan ini menimpa WA, Kelas 11 TSM 1, Warga Desa Lobener Kecamatan Jatibarang. 

Selain otoriter, pihak sekolah dianggap sepihak mengabaikan Prosedur Operasional Standar (SOP) penanganan kedisiplinan dalam memutuskan "merumahkan" WA. Secara hukum, pemberhentian siswa merupakan langkah terakhir (ultimum remedium) yang wajib melalui pembinaan beregu (guru BK, wali kelas, kepala sekolah), pemberian SP 1 hingga SP 3, serta mediasi bersama orang tua.

Tindakan ini melanggar UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (Pasal 9 dan Pasal 54) yang menjamin hak anak mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi serta perlindungan dari kekerasan fisik maupun psikis di lingkungan sekolah. Pemecatan sepihak yang memicu trauma psikologis pada anak jelas merupakan bentuk kekerasan mental yang terstruktur.

Tindakan pihak sekolah juga mencerminkan kegagalan mendidik muridnya, sekaligus memunculkan adanya desakan agar Kepala sekolah beserta guru BK untuk mundur atau dicopot jabatannya.

Ironi di Tengah Semangat Kurikulum Merdeka

Keputusan anti-pembinaan ini bertolak belakang dengan ruh Kurikulum Merdeka. Pemerintah merancang Kurikulum Merdeka untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, ramah anak, serta berfokus pada pendekatan humanis melalui Profil Pelajar Pancasila. Tujuan utamanya adalah merangkul, membimbing, dan memulihkan karakter peserta didik—bukan membuang anak saat dianggap bermasalah.

Abdur Rohman, orang tua siswa yang menjadi korban tak mampu menyembunyikan kekecewaan mendalam atas kesewenag-wenangan manajemen sekolah.

"Anak saya dihakimi begitu saja tanpa ada SP atau ruang klarifikasi. Kalau memang anak saya ada salah, di mana peran sekolah untuk mendidik? Sekarang anak saya trauma, cuma bisa mengurung diri di kamar karena malu sama tetangga dan temannya. Masa depannya seperti dihancurkan begitu saja," keluh Rohman Cepon dengan nada gemetar.

Tindakan represif ini menuai reaksi keras dari insan pers dan organisasi kemasyarakatan. Tomi Susanto Sekretaris Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) mengecam keras sikap Kepala Sekolah SMKN 1 Jatibarang yang dinilai bertindak layaknya algojo pendidikan.

"AMKI mengecam keras tindakan arogan Kepala Sekolah SMKN 1 Jatibarang. Mengeluarkan siswa tanpa melalui prosedur SP itu perbuatan ugal-ugalan dan sewenang-wenang! Sekolah publik dibiayai negara untuk mendidik, bukan menjadi arena kekuasaan oknum kepala sekolah," tegas Sekretaris AMKI yang biasa dipanggil Tomsus.

Secara hukum, kebijakan sepihak ini terancam batal demi hukum dan berpotensi menyeret pihak sekolah ke ranah gugatan PTUN hingga pidana perlindungan anak.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi alias Almak memaparkan, pihak sekolah mestinya menjadi bengkel moral bagi anak didik, tidak menimbulkan permasalahan baru yang membuat anak makin depresi dan putus sekolah hingga bisa mengancam masa depan anak.

"Saya sangat menyayangkan, pihak sekolah tidak bertnggungjawab terhadap moral anak, mestinya anak-anak seperti itu harus diberi kesempatan untuk benar-benar dididik. Ini kesannya pihak sekolah lari dari tanggungjawab," jelas Almak.

Di sisi lain, kasus ini memicu kecurigaan publik terkait tata kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Jatibarang. Sesuai Permendikbudristek tentang Juknis Penggunaan Dana BOS, alokasi anggaran tidak hanya untuk operasional fisik, tetapi juga untuk kegiatan asesmen dan pembinaan karakter siswa. Selain itu dana BOS jugs mencakup layanan bimbingan konseling dan penanganan masalah peserta didik.

"Jika anggaran BOS yang dikucurkan negara per kepala siswa terus diserap, namun pendekatan pembinaan karakter tidak dijalankan dan siswa justru dikeluarkan sesuka hati, maka kami nilai pihak sekolah gagal, sebaiknya kepala sekolah dan BK mundur atau dicopotm Ini juga mencerminkan amburadulnya efektifitas serta akuntabilitas penggunaan Dana BOS yang bisa saja disalahgunakan. Saya akam serius dalami bantuan dana BOS,"tegas Tomi Susanto. 

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah SMKN 1 Jatibarang, Suparman belum bisa berkomentar. Awak media yang berupaya mengkonfirmasi mendatangi sekolah, dua kali tidak ditemui Kepsek Suparman lantaran ada dinas luar. (Fon't Kabiro)

Minggu, 21 Juni 2026

MERIAH IRINGAN DRUMBAND WARNAI PAWAI TA'ARUF WISUDA MDTU NUR SHOBAH BLOK GUDANG JATIBARANG


Indramayu, inara.my.id -
Kemeriahan dan rasa syukur menyelimuti kawasan Blok Gudang, Jatibarang Baru, dalam rangka merayakan pelepasan generasi muda Islami yang telah menyelesaikan masa pendidikannya. Agenda tahunan berupa Pawai Ta'aruf digelar dengan sangat semarak untuk menyambut kelulusan para wisudawan, santriwan, dan santriwati Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Nur Shobah tahun ajaran 2025/2026. Alunan selawat dan megahnya iringan musik drumband tampak mengawal barisan santri berpakaian muslim, memadati rute jalanan kampung serta menyedot perhatian warga sekitar.

Aksi pawai yang diiringi dentuman drumband ini bukan sekadar seremonial kelulusan biasa, melainkan momentum syiar Islam sekaligus bentuk apresiasi atas ketekunan para santri dalam menimba ilmu agama sejak dini. Para orang tua murid dan guru pendamping turut serta berjalan bersama barisan, menciptakan atmosfer penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa haru yang mendalam. Kegiatan swadaya ini juga menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan masyarakat Blok Gudang dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia.
Lulusnya para santriwan dan santriwati ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menapaki jenjang pendidikan berikutnya dengan fondasi keimanan yang kokoh. Doa serta harapan terbaik mengalir deras bagi seluruh wisudawan agar ilmu agama yang telah didapatkan selama belajar di MDTU Nur Shobah dapat membawa berkah serta bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Selamat kepada para wisudawan, semoga senantiasa istikamah dalam menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Yuk, berikan ucapan selamat dan doa terbaik kalian untuk para santri MDTU Nur Shobah Blok Gudang Jatibarang (Fonny Kabiro)

Kamis, 18 Juni 2026

SD Negeri 036 Sintong Lepas Siswa Kelas VI dengan Penuh Khidmat, Haru dan Kebanggaan



Sintong Bakti - SDN 036 Sintong menggelar acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas VI tahun ajaran 2025/2026 dengan suasana khidmat, meriah, dan penuh haru. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah, Jalan Menggala KM 14,kamis 18 Juni 2026.

Sintong Bakti ini menjadi momen terakhir kebersamaan sebelum 12 siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP/MTs.
Acara "Pelepasan Siswa Kelas VI & Purnawiyata" SDN 036 Sintong. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan,
Acara dibuka khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Alirni, S, Pd M.M. 

Sambutan, persembahan seni dari siswa kelas I-V, pembacaan kesan dan pesan perwakilan siswa, penyerahan kenang-kenangan kepada sekolah, prosesi pelepasan tanda peserta didik, serta pemberian penghargaan bagi siswa
Hadir 12 siswa kelas VI sebagai pusat acara,  orang tua/wali murid. seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan, Komite Sekolah Poltak Sidabalok, pak RT, tokoh masyarakat, serta Kepala Sekolah Alirni, S.Pd., M.M yang memimpin jalannya acara.
Acara ini digelar sebagai wujud penghargaan sekolah atas dedikasi siswa dan dukungan wali/orang tua siswa selama 6 tahun menuntut ilmu. Sekaligus sebagai doa dan restu agar para lulusan sukses di jenjang berikutnya, serta mempererat sinergi antara sekolah. 
Kepala Sekolah Alirni, S.Pd., M.M menyampaikan pesan motivasi: _"Anak-anakku, ilmu yang kalian dapat di SDN 036 Sintong ini adalah bekal. Jadilah pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, dan pantang menyerah. Harumkan nama sekolah di mana pun kalian berada. Guru-guru di sini akan selalu mendoakan dan bangga pada kalian."_
Kami berharap sistem zonasi bisa berjalan dengan baik di wilayah Sintong Bakti dan sekitar Jalan Menggala KM 14. Dengan dukungan penuh orang tua dan perangkat kepenghuluan, kami optimis siswa baru dapat terpenuhi, untuk tahun ajaran 2026/2027. Target ini sangat penting untuk menjaga kualitas pembelajaran, Untuk keberlanjutan SDN 036 Sintong ke depan,"_ ujar Alirni.
Ketua Komite Sekolah Poltak Sidabalok mengapresiasi kinerja guru dan mengajak seluruh masyarakat sekitar mendukung PPDB agar target siswa di SDN 036 Sintong terpenuhi. 
Wartawan Sorothukum.com :  Mangararat Manalu

Jurnalis : Arman

Rabu, 12 November 2025

Kakankemenag Rohul Kunjungi Pondok Pesantren Abu Khairi Pasir Pengaraian


Rokan Hulu (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulkifli, S.Ag., M.A., melakukan kunjungan sekaligus memberikan semangat dan wejangan kepada para santri di Pondok Pesantren Abu Khairi Pasir Pengaraian, pada Rabu, 12 November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Kakankemenag menyampaikan pentingnya mewujudkan lingkungan pesantren yang ramah anak, aman, dan penuh kasih sayang.

 “Kita ingin mewujudkan pesantren ramah anak. Mari kita stop bully, hindari kekerasan, dan jauhi segala bentuk diskriminasi,” pesan H. Zulkifli kepada para santri dan pengasuh pesantren.

Beliau juga menekankan bahwa kehidupan di pesantren harus mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

 “Kita di sini hidup sudah seperti keluarga sendiri — saling menjaga, saling menolong, dan saling menghormati satu sama lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kakankemenag menambahkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

 “Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan akhlak. Dari pesantren inilah lahir generasi Qur’ani yang kuat, berilmu, dan berakhlak,” ungkapnya.
Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral dari Kementerian Agama terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter di lingkungan pondok pesantren, khususnya dalam membangun suasana belajar yang damai, inklusif, dan berkeadaban.

Jurnalis : Arman