Indramayu

Berita Terkini

Polres Indramayu Gandeng Disnaker Bakal Gelar Job Fair 11 November

INDRAMAYU – Inara-my.IId Kabar baik bagi masyarakat Indramayu yang sedang mencari pekerjaan. Polres Indramayu Polda Jabar mengga...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Indramayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indramayu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 November 2026

Polres Indramayu Gandeng Disnaker Bakal Gelar Job Fair 11 November



INDRAMAYU – Inara-my.IId Kabar baik bagi masyarakat Indramayu yang sedang mencari pekerjaan. Polres Indramayu Polda Jabar menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu untuk menggelar POLIRAN Job Fair (Polisi Peduli Pengangguran) pada Rabu (11/11/2026).

Sebagai persiapan, Polres Indramayu menggelar rapat koordinasi bersama Disnaker Kabupaten Indramayu di Aula Patriatama Polres Indramayu, Jumat (6/11/2026).

Rapat tersebut dipimpin Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin mewakili Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M.

Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu Endang Ismiati, para pejabat utama, serta perwira Polres Indramayu.

Rapat koordinasi membahas sejumlah persiapan penyelenggaraan POLIRAN Job Fair, termasuk upaya menghadirkan sebanyak mungkin perusahaan agar peluang kerja yang tersedia bagi masyarakat semakin luas.

Kegiatan Job Fair dijadwalkan Rabu, 11 November 2026, mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai, di halaman Mapolres Indramayu. Bagi masyarakat Indramayu yang berminat mengikuti job fair agar datang ke Polres Indramayu dengan membawa persyaratan lamaran kerja.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim menjelaskan, program POLIRAN merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan pengangguran melalui upaya memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.

Iptu Tasim mengatakan, POLIRAN Job Fair ditargetkan menghadirkan puluhan perusahaan dengan ribuan lowongan pekerjaan untuk penempatan di dalam negeri maupun luar negeri.

Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat Indramayu, khususnya warga usia produktif yang belum memperoleh kesempatan bekerja. kata Iptu Tasim, Sabtu (7/11/2026)
Menurut Iptu Tasim, penyelenggaraan Job Fair diharapkan dapat mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Dengan demikian, para pencari kerja memiliki kesempatan untuk mengetahui kebutuhan perusahaan sekaligus mengakses peluang kerja secara lebih langsung.

Ia menjelaskan, program POLIRAN tidak hanya bertujuan membuka akses pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Indramayu.

Peningkatan kesempatan kerja diharapkan dapat membantu memperbaiki kesejahteraan masyarakat, meningkatkan daya beli keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Iptu Tasim juga menilai persoalan pengangguran perlu mendapat perhatian bersama karena keterbatasan kesempatan ekonomi dapat menjadi salah satu faktor kerentanan sosial.

Karena itu, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan dunia usaha diharapkan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pihaknya berharap POLIRAN Job Fair menjadi langkah nyata dalam membantu masyarakat memperoleh pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Indramayu.

Polres Indramayu pun mengajak masyarakat yang sedang mencari pekerjaan untuk memanfaatkan kegiatan tersebut pada Rabu, 11 November 2026, mulai pukul 07.00 WIB di halaman Mapolres Indramayu. 

Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya.( fon't)

Jumat, 06 November 2026

Ketua MUI Krangkeng Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Hj. Kokom Komariah, Ajak Warga Jaga Kondusivitas



INDRAMAYU –Inara -my.Id Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, H. Sofwan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Hj. Kokom Komariah.

H. Sofwan turut mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kami turut berdukacita atas meninggalnya Hj. Kokom Komariah. Semoga beliau husnul khatimah,” ujar H. Sofwan dalam pernyataannya. Jumat (6/11/2026)

Selain menyampaikan doa dan belasungkawa, H. Sofwan mengajak masyarakat Kecamatan Krangkeng, khususnya warga Desa Krangkeng dan Desa Kalianyar, untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan di lingkungan masing-masing.

Ia mengingatkan masyarakat agar menyerahkan penanganan persoalan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut kepada pihak yang memiliki kewenangan.

“Mari kita semua warga Krangkeng, khususnya Desa Krangkeng dan Kalianyar, urusan apa pun mari kita serahkan kepada pihak yang berwenang,” pesannya.

Menurut H. Sofwan, menjaga ketenangan dan keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dikedepankan dalam menghadapi situasi yang menimbulkan keprihatinan masyarakat.

Ia berharap warga dapat menunjukkan sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Sebagai tokoh agama, H. Sofwan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan mengedepankan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

H. Sofwan berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.(Fon't)

Camat Krangkeng Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Hj. Komariyah, Ajak Warga Percayakan Proses Hukum kepada Polisi



INDRAMAYU –Inara-my.Id Camat Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Indra Mulyana, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Hj. Komariyah.

Selain menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan, Indra Mulyana juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan kepercayaan kepada kepolisian dalam menangani proses hukum yang sedang berlangsung.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, kami mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Hj. Komariyah,” ujar Indra Mulyana dalam pernyataannya. Jumat (6/11/2026)

Ia mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa dan kekhilafannya.

“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.

Di tengah suasana duka, Indra Mulyana turut menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban.

Ia mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum yang tengah dilakukan kepolisian.

“Kami mengajak warga masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh aparat kepolisian,” katanya.

Menurutnya, menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi peristiwa yang menimbulkan keprihatinan.

Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri, menjaga persatuan, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mari kita jaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah,” pesannya.(Fon't)

Ketua Tim Pengerak PKK Hj. Idah Nuryani SE, Dorong Penguatan Organisasi dan Potensi Lokal Indramayu



INDRAMAYU, Inarara–my.Id Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kapasitas Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026, Jumat (6/11/2026).
 Kegiatan tersebut mengangkat tema *“Penguatan Organisasi PKK, Tata Kelola Administrasi yang Efektif, serta Pengembangan Potensi Lokal Desa.”*

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan PKK, khususnya dalam meningkatkan kemampuan para pengurus dan kader PKK di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu, Hj. Idah Nuryani, S.E., menjadi salah satu tokoh utama dalam kegiatan tersebut. Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh jajaran TP PKK semakin memahami tugas, fungsi, serta perannya dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Selain itu, penguatan tata kelola administrasi organisasi juga menjadi perhatian penting agar pelaksanaan program PKK dapat berjalan lebih tertib, efektif, terarah, dan berkesinambungan.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Kadmidi, S.H., S.S., M.Si., yang memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan PKK di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.

Melalui kegiatan pembinaan ini, para pengurus PKK diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing desa dan kelurahan. Dengan demikian, PKK tidak hanya menjadi organisasi pendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Jumlah 348 peserta ibu Camat dan Ibu Kuwu Se Kabupaten Indramayu. 

Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat pembangunan Kabupaten Indramayu melalui visi dan semangat Beberes Dermayu, yang mengedepankan kolaborasi, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan adanya pembinaan dan penguatan kapasitas tersebut, TP PKK Kabupaten Indramayu diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan keluarga mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. (Fon't)

Kamis, 05 November 2026

Pelantikan Fatayat NU Indramayu Masa Khimat 2025--2030, Diharapkan Jadi Pelopor Perubahan Perempuan

INDRAMAYU, Inara –my.Id Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Indramayu resmi melaksanakan pelantikan pengurus masa khidmat 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu, Rabu (4/11/2026), dengan dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk pengukuhan kepengurusan baru untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
Pantauan awak media, kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi Fatayat NU untuk memperkuat peran perempuan muda dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir di antaranya Bupati Indramayu Lucky Hakim, Muhammad Sadeli selaku Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, H. Ruswa, M.Pd.I., Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Ayu Kabupaten Indramayu Nurpan, serta jajaran pimpinan Fatayat NU Provinsi Jawa Barat.
Usai kegiatan pelantikan, awak media berkesempatan meminta keterangan kepada sekretaris PC Fatayat NU Kabupaten Indramayu di tempat terpisah.
Dalam keterangannya, sekretaris tersebut menyampaikan apresiasi atas keberadaan Fatayat NU sebagai ruang gerakan perempuan muda yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi kaum perempuan, khususnya di Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, Fatayat NU tidak hanya berperan dalam membentuk perempuan yang berakhlak mulia, tetapi juga harus mampu mendorong perempuan agar lebih berdaya, mandiri secara ekonomi, serta memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Ia juga berharap perempuan-perempuan yang tergabung dalam Fatayat NU dapat menjadi penggerak sekaligus inspirasi bagi perempuan lainnya untuk bersama-sama melakukan perubahan di tengah masyarakat.
"Harapannya, Fatayat NU mampu memberikan efek positif bagi perempuan Indramayu. Perempuan bukan hanya harus memiliki akhlak mulia, tetapi juga berdaya secara ekonomi, memiliki pendidikan yang baik, serta mampu mengajak perempuan lainnya untuk ikut berkembang," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan Fatayat NU dalam berbagai persoalan sosial, terutama peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, pencegahan stunting pada anak, serta edukasi untuk mencegah pernikahan dini.
Sementara itu, H. Ruswa, M.Pd.I., Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, yang turut menghadiri kegiatan tersebut, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PC Fatayat NU Kabupaten Indramayu yang baru dilantik.
Ia mengatakan kehadirannya merupakan undangan untuk menghadiri pelantikan bersama Bupati Indramayu Lucky Hakim dan sejumlah tokoh masyarakat.
"Kami mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik, penuh tanggung jawab, serta tuntas dalam melaksanakan tugas organisasi," ujar H. Ruswa.
Ia berharap Fatayat NU dapat menjadi sarana pemberdayaan kaum perempuan muda yang berakhlak mulia serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas, berpendidikan, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pelantikan PC Fatayat NU Kabupaten Indramayu masa khidmat 2025–2030 ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi awal penguatan gerakan perempuan muda dalam berbagai bidang kehidupan.
Dengan kepengurusan baru, Fatayat NU diharapkan semakin aktif hadir di tengah masyarakat, menjadi wadah pemberdayaan perempuan, serta berkontribusi dalam mewujudkan perempuan Indramayu yang berakhlakul karimah, berpendidikan, sehat, dan mandiri secara ekonomi. (Fon't )

Rabu, 04 November 2026

Dendam Diduga Jadi Motif Pembunuhan Perempuan di Krangkeng Indramayu, Polisi Tetapkan Dua Tersangka



INDRAMAYU –Inara- my.Id Kasus pembunuhan seorang perempuan berinisial K (46) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Korban yang merupakan ibu rumah tangga asal Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Mitsubishi Xpander putih yang terbakar di wilayah Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Polres Indramayu menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan tersebut.

Kedua tersangka masing-masing berinisial FSS (31), warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, dan NW (28), warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar mengungkapkan penanganan perkara tersebut dalam konferensi pers di Aula Atmani Wedhana Polres Indramayu, Rabu (4/11/2026).

Menurut AKP Arwin, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk mengungkap peristiwa yang menggegerkan masyarakat itu.

AKP Arwin menjelaskan, peristiwa bermula Senin (2/11/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, FSS mendatangi rumah korban di Desa Kalianyar untuk memperbaiki tiang penangkal petir.

FSS diketahui merupakan tetangga korban yang sebelumnya beberapa kali dimintai bantuan untuk mengerjakan pekerjaan di rumah.

Permintaan memperbaiki penangkal petir tersebut bahkan telah disampaikan korban sekitar satu pekan sebelum kejadian.

Setibanya di rumah, FSS langsung mengerjakan perbaikan di sekitar halaman depan.

Sementara itu, korban berada di halaman rumah sambil melakukan aktivitas membersihkan rumah.

Setelah pekerjaan selesai, korban kembali meminta bantuan FSS untuk memasang gantungan tasbih di musala yang berada di dalam rumah.

FSS pun mengikuti korban masuk ke ruangan tersebut.

Namun, ketika korban sedang memperhatikan hasil pemasangan gantungan tasbih, FSS langsung memukul dari arah belakang menggunakan palu.

Korban dipukul berulang kali pada bagian kepala hingga terjatuh, jelas AKP Muchammad Arwin Bachar didampingi Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno.

Saat itu, lanjut Kasat Reskrim, korban sempat berteriak meminta pertolongan. Karena takut ketahuan tersangka langsung membekap mulut korban menggunakan telapak tangan kirinya hingga korban posisi menjadi tengkurap. Kemudian tersangka FFS kembali memukul korban menggunakan palu sebanyak dua kali ke arah belakang kepala korban sehingga mengakibatkan korban tidak bernafas.

Mengetahui korban sudah tidak bernapas, FSS diduga berusaha membersihkan bekas darah di lantai sebelum menghubungi sejumlah rekannya untuk meminta bantuan.

Salah seorang yang kemudian datang adalah NW.

Menurut AKP Arwin, FSS awalnya meminta NW datang dengan alasan ingin ditemani pergi ke Cirebon untuk memeriksa pekerjaan.

Namun, ketika NW tiba di rumah korban, FSS justru mengaku telah membunuh pemilik rumah.

NW disebut sempat terkejut dan hendak meninggalkan lokasi setelah mengetahui kejadian tersebut.

Akan tetapi, FSS meminta bantuannya untuk membawa jasad korban keluar dari rumah.

Berdasarkan keterangan, NW sempat menolak permintaan tersebut sebelum akhirnya bersedia membantu.

Jasad korban kemudian dipindahkan ke kursi belakang mobil Mitsubishi Xpander putih bernomor polisi E 1766 RV milik korban.

Tubuh korban ditutup menggunakan seprai.

Sebelum meninggalkan rumah, FSS diduga kembali masuk untuk mengambil tas milik korban.

Tas itu diketahui berisi uang tunai, sejumlah perhiasan emas, dan BPKB mobil.

Kedua tersangka kemudian meninggalkan rumah korban. NW bertugas mengemudikan kendaraan, sedangkan FSS berada di dalam mobil bersama jasad korban yang disimpan di kursi belakang.

Dalam perjalanan, kedua tersangka sempat melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Karangampel, Jatibarang, setelah itu menuju ke jalan Pantura menuju arah Subang.

Mereka kemudian kembali menuju wilayah Kabupaten Indramayu.

Menurut Kasat Reskrim, FSS sempat membeli bensin yang akan digunakan untuk membakar kendaraan.

Pada malam hari, kedua tersangka tiba di sebuah pekarangan di wilayah Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Di lokasi tersebut, FSS menyiramkan bensin ke mobil Mitsubishi Xpander milik korban.

Mobil kemudian dibakar dengan jasad korban masih berada di bagian kursi belakang.

Aksi pembakaran tersebut juga menyebabkan FSS mengalami luka bakar pada tubuhnya.

Berdasarkan keterangan AKP Muchammad Arwin Bachar dalam konferensi pers, luka bakar yang dialami FSS dilaporkan mencapai sekitar 40 persen bagian tubuh.

Setelah mobil terbakar, kedua tersangka meninggalkan lokasi. FSS masih membawa uang tunai dan sejumlah perhiasan milik korban.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga tindakan FSS terhadap korban dilatarbelakangi persoalan pribadi.

AKP Arwin menjelaskan, tersangka mengaku menyimpan rasa sakit hati kepada korban.

Menurut pengakuan tersangka, korban beberapa kali menyinggung pembangunan bengkel sepeda motor dan renovasi rumah FSS yang disebut menggunakan uang hasil berutang.

Persoalan tersebut, berdasarkan keterangan tersangka, telah berlangsung sejak April 2026 hingga akhir Oktober 2026.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian.

Di antaranya satu buah palu besi yang diduga digunakan untuk menyerang korban, mobil Mitsubishi Xpander dalam kondisi terbakar, serta dua pelat nomor kendaraan E 1766 RV.

Polisi juga mengamankan sejumlah perhiasan emas, dua telepon seluler, barang-barang pribadi, dan uang tunai sebesar Rp4.556.000.

Atas perkara tersebut, penyidik menerapkan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait dugaan pembunuhan berencana.

Pasal itu memuat ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

Selain itu, polisi juga menerapkan Pasal 479 ayat (3) KUHP terkait pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. 

Pasal 20, 21 ayat (1) huruf b UU RI No.1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dengan ancaman pidana penjara paling banyak 2/3 (dua pertiga) dari maksimum ancaman pidana pokok.

Sementara, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya. (Fon't)

Senin, 02 November 2026

Kapolres Indramayu Pilih Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa, Jadi Penengah di Tengah Ketegangan



INDRAMAYU –Inara- my.Id Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si. memilih turun langsung meredakan ketegangan saat massa aksi ratusan mahasiswa Cipayung Plus di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (29/10/2026).

Ketika aksi sempat diwarnai saling dorong antara mahasiswa dan kepolisian, AKBP Prianggo maju ke tengah kerumunan untuk melerai massa aksi.

Tak hanya itu, ia bahkan duduk bersila di atas aspal bersama mahasiswa dan sejumlah anggota DPRD untuk membuka ruang dialog.

Langkah tersebut dilakukan di tengah tuntutan mahasiswa yang mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah Kabupaten Indramayu dan DPRD Kabupaten Indramayu.

Aksi yang dimulai sejak siang di Pendopo Indramayu itu berlanjut ke Gedung DPRD hingga petang. Situasi sempat memanas ketika mahasiswa menuntut kehadiran para wakil rakyat untuk mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.

Di tengah kondisi tersebut, Kapolres bersama anggota terus melakukan pendekatan persuasif dan komunikasi dengan berbagai pihak.
Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.12 WIB, sejumlah anggota DPRD Indramayu menemui massa aksi untuk mendengarkan tuntutan mahasiswa.

Meski sempat terjadi ketegangan, AKBP Prianggo memastikan jalannya aspirasi mahasiswa secara keseluruhan berlangsung aman dan tertib.

“Terkait situasi tadi, itu dinamika, kita fokus untuk melakukan pengamanan. Adapun secara keseluruhan jalannya aksi unjuk rasa berjalan dengan baik hanya ada sedikit dinamika,” ujar Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno.

Sekitar pukul 19.00 WIB, massa mahasiswa akhirnya membubarkan diri. Imbunya.

AKP Tarno menyebut dibalik dinamika aksi tersebut, ada momen yang menarik perhatian. Kapolres Indramayu memilih duduk bersama mahasiswa di jalan, mendengarkan aspirasi mereka sekaligus berupaya menjaga situasi tetap kondusif.

Sikap itu memperlihatkan sisi humanis pimpinan dalam pengamanan dan pelayanan aspirasi mahasiswa. Di tengah perbedaan pandangan dan tingginya emosi massa, komunikasi dan kesediaan untuk saling mendengar menjadi bagian penting dalam meredakan ketegangan. Pungkasnya. (Fon't)

Jumat, 30 Oktober 2026

BAZNAS Kabupaten Indramayu Gelar Silaturahmi, Pembinaan Mualaf dan Sosialisasi ZIS di Kecamatan Balongan


 

Indramayu -my.Id Jumat,30 Oktober 2026, "Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus pembinaan mualaf dan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kecamatan Balongan, Jumat (30/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Agama, Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta pengurus Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) se-Kecamatan Balongan.
 
Turut hadir dalam acara ini Camat Balongan, Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Asfuri, S.Ag., M.Pd.I., dan Kepala KUA Balongan H. Nurudin, S.Ag., M.Hi.
 
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Asfuri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarlembaga keagamaan di tingkat kecamatan dan desa.
 
"Zakat bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi bagaimana kita memastikan dana tersebut dikelola dengan amanah, profesional, dan tepat sasaran. Termasuk di antaranya adalah untuk pembinaan dan pemberdayaan para mualaf agar semakin mantap keislamannya dan semakin mandiri kehidupannya," ujar Asfuri.
 
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh pengurus DKM dan UPZ untuk bersinergi menjadi mitra BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan dana ZIS di tengah masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.
 
Sementara itu, Kepala KUA Balongan H. Nurudin menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk terus mendukung program BAZNAS di wilayah kerjanya.
 
Acara berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan, diakhiri dengan diskusi serta pertukaran gagasan mengenai optimalisasi pengelolaan ZIS dan program pembinaan mualaf ke depannya. 
 
 Kepala KUA Kecamatan Balongan, H. Nurudin, S.Ag., M.Hi., menyampaikan bahwa hingga saat ini data pasti jumlah mualaf di wilayahnya belum tercatat secara rinci, namun diperkirakan ada sekitar 30-an orang. 
Dalam kegiatan hari ini, sebanyak enam orang mualaf telah disantuni oleh BAZNAS. 
Keenamnya berstatus sabilillah dan sedang menuntut ilmu di sebuah pesantren di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan. 
Mereka berasal dari Nusa Tenggara Timur dan menetap di pesantren tersebut tanpa dipungut biaya apapun.
 
"Langkah selanjutnya, saya akan menugaskan para Penyuluh Agama di setiap desa untuk mendata jumlah mualaf secara cermat dan terperinci. 
Dengan data yang lengkap, pemantauan serta penyaluran bantuan dari BAZNASDA Indramayu dapat menjadi lebih tepat sasaran," ujar H. Nurudin.
 
Ia kembali menegaskan pentingnya keberadaan Mualaf Center di Kabupaten Indramayu. Lembaga ini diharapkan menjadi satu wadah yang mengoordinasikan seluruh kegiatan pembinaan mualaf, mulai dari pemantauan pemahaman keagamaan hingga bantuan ketika menghadapi kesulitan ekonomi.
 
"Ketika Mualaf Center terbentuk, saya berharap para mualaf benar-benar merasa terayomi. 
Mereka tidak merasa sendirian, tetapi merasakan empati, dukungan, dan perhatian dari sesama muslim. Semoga ke depannya program ini00 dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua," harapnya.

 ( Fon't)

Paparan Ketua PWI Indramayu H. Dedi Musashi Di Akhir Masa Jabatan nya



Indramayu - Inara- my.Id jumat,30/10/2026 — 
Rapat Pleno Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu berlangsung penuh kehangatan dan harapan baru, Jumat (30/10/2026). Rapat ini menjadi momen bersejarah sekaligus penutup masa bakti pengurus periode 2020–2026.
 
Dalam sambutannya, Ketua PWI Kabupaten Indramayu H. Dedi Musasi menyampaikan rasa syukur sekaligus kebahagiaannya melihat rekan-rekan wartawan kini kembali bersatu dalam satu naungan.
 
"Lebih dari satu tahun lalu kita ibarat terbelah, namun hari ini saya sangat senang — suka atau tidak suka, cepat atau lambat, kita kini berada dalam satu naungan organisasi bernama PWI (Persatuan Wartawan Indonesia,)" ujar Dedi disambut tepuk tangan peserta rapat.
 
 Enam Tahap Perjalanan Penuh Prestasi
 
H. Dedi Musasi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh rekan wartawan di Indramayu. Selama memimpin sejak tahun 2020 hingga 2026, PWI Kabupaten Indramayu telah meraih berbagai prestasi dan penghargaan, baik di tingkat nasional maupun tingkat Provinsi Jawa Barat.
 
"Alhamdulillah, tanpa dukungan rekan-rekan semua, PWI Indramayu bukanlah apa-apa. Keberhasilan ini bukan milik pribadi, tetapi kebanggaan kita semua," tegasnya.
 
Paling membahagiakan bagi Dedi adalah melihat rekan-rekan kini duduk berdampingan tanpa sekat.
 
"Tidak ada lagi kubu si A, kubu si B. Semua sama-sama mendengarkan informasi, semua berjuang untuk satu nama: PWI Indramayu. 
Ini adalah kebanggaan tersendiri di akhir masa jabatan saya. Dikotomi dan benang yang kusut perlahan terselesaikan," ungkapnya haru.
 
 Membuka Peluang Pemimpin Baru untuk Tiga Tahun ke Depan
 
Dedi juga mengingatkan bahwa Rapat Kerja Kompercap PWI Kabupaten Indramayu dijadwalkan digelar pada 26 November 2026. 
Pada momen itulah akan dipilih pemimpin baru untuk periode tiga tahun ke depan.
 
"Saat ini belum ada calon yang ditetapkan. Silakan teman-teman mencari, mendukung, dan memilih siapa yang layak memimpin PWI Indramayu ke depan. Pilihlah sosok yang dapat menjadi panutan dan pegangan kita bersama, menentukan ke mana arah PWI Indramayu akan dibawa. Silakan raih kepercayaan itu," ajaknya.
 
Rapat pleno ditutup dengan harapan persatuan ini senantiasa terjaga dan menjadi modal utama PWI Indramayu untuk semakin berkembang dan profesional di masa mendatang. ( Fon'y )

Kapolres Indramayu Apresiasi Mahasiswa Cipayung Plus, Penyampaian Aspirasi Berakhir Kondusif


INDRAMAYU – Inara- my.Id Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Indramayu setelah rangkaian aksi penyampaian aspirasi di dua lokasi berlangsung aman dan kondusif, Kamis (29/10/2026).

Mahasiswa sebelumnya menyampaikan aspirasi di Pendopo Kabupaten Indramayu, kemudian melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Kabupaten Indramayu hingga malam hari.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah Kabupaten Indramayu dan DPRD Kabupaten Indramayu.

Meski sempat terjadi ketegangan dan aksi saling dorong antara mahasiswa dengan kepolisian di pendopo dan depan Gedung DPRD, situasi dapat dikendalikan.

AKBP Prianggo bahkan turun langsung melerai massa aksi dengan duduk bersama mahasiswa di atas aspal untuk membuka ruang dialog.

Melalui komunikasi dan pendekatan persuasif, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Indramayu menemui massa mahasiswa sekitar pukul 18.12 WIB untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, ketegangan yang sempat terjadi merupakan bagian dari dinamika di lapangan. Namun, secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik.

“Terkait situasi tadi, itu dinamika, kita fokus untuk melakukan pengamanan. Adapun secara keseluruhan jalannya aksi unjuk rasa berjalan dengan baik hanya ada sedikit dinamika,” ujar AKP Tarno.

Lebih lanjut, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mengawal penyampaian aspirasi mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran polisi bertujuan memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Apresiasi juga diberikan atas kerja sama berbagai pihak, termasuk mahasiswa sehingga situasi tetap terkendali hingga kegiatan berakhir.

Sekitar pukul 19.00 WIB, massa mahasiswa membubarkan diri dan situasi di sekitar Gedung DPRD Indramayu kembali kondusif. (Fon't/ Kabiro)

Momen Kapolres Indramayu Bersihkan Sampah di Jalan Setelah Kawal Pengamanan Aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus



INDRAMAYU – Inara- my.Id Seusai aksi penyampaian aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (29/10/2026) malam, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. tidak langsung meninggalkan lokasi.

Setelah sebelumnya turun langsung meredakan ketegangan massa aksi, kali ini AKBP Prianggo terlihat membersihkan sampah yang berserakan di jalan.

Masih mengenakan seragam dinas, orang nomor satu di Polres Indramayu itu tampak membungkuk membersihkan sampah, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik.

Tanpa sungkan, beliau ikut membersihkan jalan bersama sejumlah personel kepolisian setelah massa mahasiswa membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB.

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebersihan lingkungan setelah berlangsungnya penyampaian aspirasi mahasiswa.

Menurutnya, tugas kepolisian bukan hanya memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman dan tertib, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata.

Sebelumnya, aksi ratusan mahasiswa Cipayung Plus yang menuntut evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten dan DPRD Indramayu.

AKBP Prianggo bahkan turun langsung melerai aksi saling dorong antara mahasiswa dan kepolisian.

Ia kemudian memilih duduk bersama mahasiswa dan sejumlah anggota DPRD di atas aspal untuk membuka ruang dialog dan meredakan ketegangan.

Setelah situasi kondusif dan massa membubarkan diri, Kapolres bersama personelnya kembali turun ke jalan. Bukan untuk mengamankan massa, melainkan membersihkan sampah yang tertinggal.

Momen sederhana itu menjadi sisi lain dari pengamanan Aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus. Setelah berjam-jam mengawal penyampaian aspirasi, Kapolres tetap berada di lapangan dan ikut membersihkan lingkungan.

Dari duduk bersama mahasiswa hingga memunguti sampah, AKBP Prianggo memperlihatkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga kepedulian melalui tindakan sederhana. Ujar Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno. (Fon't/Kabiro)

Rabu, 28 Oktober 2026

Polisi Peduli Pendidikan, Polres Indramayu Ajak Pelajar SMPN 2 Balongan Jauhi Narkoba, Tawuran dan Geng Motor



INDRAMAYU – Inara- my.Id Masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh prestasi di ruang kelas, tetapi juga oleh lingkungan pergaulan dan keputusan yang mereka ambil dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, menjaga pelajar dari pengaruh narkoba, tawuran, dan kekerasan menjadi tanggung jawab bersama.

Melalui program "Polisi Peduli Pendidikan", Polres Indramayu Polda Jawa Barat hadir memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pelajar UPTD SMP Negeri 2 Balongan, Kabupaten Indramayu, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan sosialisasi yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut melibatkan personel dari sejumlah satuan fungsi Polres Indramayu sebagai narasumber.

Mereka diantaranya Kanit Jatanras Sat Reskrim Ipda Ridho Pratama S., S.Tr.K., Kanit Bin Tibmas Sat Binmas Aiptu Asikin, personel Satresnarkoba Aiptu Eka, Aipda Teguh Surya Putra, serta Brigpol Triono J.S., S.H., M.Si.

Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, tawuran antarpelajar, serta keterlibatan dalam kelompok geng motor yang mengarah pada tindakan kekerasan.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian kepolisian terhadap pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan memilih pergaulan yang positif.

Karena itu, Polres Indramayu terus berupaya mendukung lingkungan pendidikan melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang mengedepankan pendekatan humanis.

Melalui program "Polisi Peduli Pendidikan", Polres Indramayu ingin membekali pelajar dengan pengetahuan agar mampu mengenali risiko dan menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

AKP Tarno menjelaskan, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar para pelajar memiliki pemahaman yang baik sebelum menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian memberikan edukasi mengenai jenis-jenis narkoba, bahaya penyalahgunaan, dampaknya terhadap kesehatan, serta konsekuensi hukum yang berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Para pelajar diingatkan agar tidak mudah tergoda mencoba zat berbahaya, termasuk karena rasa penasaran maupun pengaruh teman sebaya, jelas AKP Tarno.

Penyalahgunaan narkoba dapat berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental, mengganggu pendidikan, serta menghambat seseorang dalam meraih cita-cita.

Karena itu, pelajar diajak untuk lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan pertemanan dan berani menolak ajakan yang dapat membahayakan masa depan mereka. Imbuhnya.

Selain bahaya narkoba, persoalan tawuran antar pelajar turut menjadi perhatian dalam kegiatan sosialisasi.

Petugas mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi perselisihan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Perbedaan pendapat dan persoalan pertemanan diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan kekerasan.

Para pelajar juga diajak membangun persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menjaga hubungan baik dengan teman dari sekolah lain.

Menurut AKP Tarno, konflik yang bermula dari persoalan sederhana dapat menimbulkan dampak serius apabila diselesaikan melalui tawuran.

Karena itu, kemampuan mengendalikan emosi dan menyelesaikan permasalahan secara damai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Petugas juga memberikan pemahaman mengenai bahaya keterlibatan dalam kelompok geng motor yang melakukan tindakan melanggar hukum.

Pelajar diimbau tidak mengikuti ajakan konvoi yang mengganggu ketertiban, aksi kekerasan, maupun kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Penggunaan media sosial juga menjadi perhatian dalam pembinaan tersebut.

Para pelajar diajak memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti belajar, mengembangkan kreativitas, serta memperluas pengetahuan.

Sebaliknya, mereka diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh unggahan, tantangan, maupun ajakan yang dapat memicu permusuhan dan kekerasan antar kelompok.

AKP Tarno menekankan pentingnya peran orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat dalam menjaga masa depan generasi muda.

Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan kekerasan yang melibatkan remaja.

Orang tua diharapkan membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan perhatian terhadap aktivitas anak, termasuk di media sosial.

Sementara itu, sekolah diharapkan terus menjadi tempat yang aman bagi pelajar untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun karakter positif.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polres Indramayu juga berupaya memperkuat kemitraan dengan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib, aman, dan terbebas dari kekerasan.

AKP Tarno juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap perkembangan dan pergaulan generasi muda.

Sebab, melindungi masa depan anak-anak bukan hanya tentang menjauhkan mereka dari narkoba dan kekerasan, tetapi juga memberikan pendidikan, perhatian, serta ruang yang positif agar mereka dapat tumbuh dan meraih cita-citanya.

Lebih lanjut AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu di WhatsApp 081999700110 atau Call Center Polri 110. (Fon't)

Selasa, 27 Oktober 2026

Dijanjikan Berangkat Desember 2026,Pemenang Undian Nasdem Nalia Berharap Segera Terealisasi



INDRAMAYU, Inara-my.Id – Kabar baik datang dari Naliah, warga Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pemenang undian hadiah umrah dalam kegiatan Senam Bahagia Partai NasDem yang digelar pada 16 Mei 2025 di Alun-alun Kabupaten Indramayu itu mengaku telah mendapat kepastian jadwal keberangkatan umrah pada Desember 2026.

Naliah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada tim Partai NasDem yang telah mendatangi kediamannya dan menyampaikan rencana pemberangkatan tersebut. Hal itu diungkapkannya kepada awak media pada Senin (26/10/2026).

Menurut penuturan Naliah, tim Partai NasDem yang diwakili Taopik Hadi, anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Partai NasDem, telah menjanjikan bahwa dirinya akan diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah pada Desember 2026.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada tim Partai NasDem yang sudah datang dan menjanjikan pemberangkatan pada Desember 2026,” ujar Naliah.

Ia mengaku telah mengeluarkan biaya pribadi untuk mengurus pembuatan paspor sebagai salah satu persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.

“Alhamdulillah, saya sudah mengeluarkan modal sendiri untuk membuat paspor. Mudah-mudahan usaha saya tidak sia-sia dan akhirnya bisa berangkat umrah pada tahun 2026,” tuturnya.

Naliah berharap janji keberangkatan yang disampaikan oleh perwakilan Partai NasDem tersebut dapat direalisasikan sesuai jadwal yang telah dijanjikan. Baginya, kepastian keberangkatan menjadi hal yang dinantikan setelah mengikuti undian hadiah umrah pada Mei 2025.

“Saya berharap apa yang telah dijanjikan oleh Partai NasDem untuk memberangkatkan saya pada Desember 2026 benar-benar dapat ditepati dan direalisasikan,” ungkapnya.
Menanti Realisasi Keberangkatan umrah tersebut kini menjadi harapan Naliah setelah dirinya dinyatakan sebagai pemenang undian dalam kegiatan Senam Bahagia Partai NasDem. Ia berharap rencana yang telah disampaikan kepadanya dapat terlaksana sehingga dirinya bisa menunaikan ibadah umrah sesuai jadwal. (Fon't/Kabiro)

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, PDI Perjuangan Indramayu Lantik Pengurus BPEK Periode 2025–2030



INDRAMAYU, £Inara - my.Id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu resmi menetapkan dan melantik kepengurusan Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) masa bakti 2025–2030. Pembentukan badan tersebut menjadi langkah strategis partai dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat serta mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Penetapan kepengurusan BPEK tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 004/KPTS/DPC-15/X/2026 tertanggal 24 Oktober 2026.

Kehadiran BPEK diharapkan tidak hanya memperkuat struktur organisasi partai, tetapi juga mampu menghadirkan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga dan mengembangkan usaha kecil.

Sejumlah program telah disiapkan untuk mendukung tujuan tersebut, mulai dari pelatihan, penyuluhan, pendampingan usaha, pengembangan kewirausahaan, hingga dukungan akses permodalan bagi masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus BPEK yang telah ditetapkan dan dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa semangat baru serta meningkatkan kinerja organisasi di Kabupaten Indramayu.
“Selamat kepada pengurus BPEK Indramayu. Sebagai bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan, semoga kepengurusan ini menjadi semangat baru dan membawa wajah baru bagi PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPEK Kabupaten Indramayu, H. Ito Suwirto, mengajak seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat kerja sama dan menjalankan program pemberdayaan ekonomi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan keluarga dan pengembangan usaha secara berkelanjutan merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, keberadaan BPEK harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar menjadi struktur organisasi. Karena itu, seluruh pengurus diharapkan berperan aktif dalam merancang dan melaksanakan program yang produktif, terarah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam menjalankan tugasnya, kepengurusan BPEK Kabupaten Indramayu didukung sejumlah bidang, meliputi kerja sama pelaku ekonomi, pengembangan program, informasi dan basis data, pelatihan sumber daya manusia, serta pengembangan jaringan usaha.

Melalui pembentukan kepengurusan periode 2025–2030 ini, BPEK diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas jaringan usaha, serta mendorong tumbuhnya kewirausahaan di Kabupaten Indramayu.

Keberhasilan program tersebut nantinya akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, sinergi antarpengurus, serta kemampuan menghadirkan pendampingan dan peluang usaha yang benar-benar dibutuhkan masyarakar. 

(Fon't/Kabiro)

Tukang Becak di Indramayu Meninggal Saat Sarapan Bubur, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan



INDRAMAYU – Inara-my.Id Aktivitas pagi seorang penarik becak di Kabupaten Indramayu berakhir duka. Pria bernama Carli (74) tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri saat sedang menikmati sarapan bubur di pinggir Jalan Kapten Arya, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Selasa (27/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak ontel diketahui sudah bertahun-tahun melintasi kawasan tersebut dan biasa berhenti untuk sarapan bubur.

Namun, pada pagi itu, saat sedang menyantap bubur dalam posisi duduk di tepi jalan, korban mendadak jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.

Pedagang bubur yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada ketua RT setempat. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada Polsek Indramayu.
Mendapat laporan warga, Polsek Indramayu mendatangi lokasi dan membawa korban ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan dokter di RSUD Indramayu, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Menurut keterangan medis yang diterima kepolisian, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. 

AKP Indrie Hapsari menjelaskan, sebelum kejadian, korban diketahui sedang menjalani aktivitas seperti biasanya.

Sebagai penarik becak ontel, Carli telah lama beraktivitas melewati Jalan Kapten Arya dan memiliki kebiasaan berhenti untuk sarapan di kawasan tersebut.

Peristiwa itu kemudian diketahui warga setelah korban mendadak jatuh ketika sedang makan.

Pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban terkait peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada petugas, anak korban menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi.

Polisi turut melakukan pendataan terhadap sejumlah barang milik korban yang ditemukan, termasuk becak ontel yang digunakannya untuk bekerja.

Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi kepolisian apabila menemukan peristiwa yang membutuhkan penanganan petugas maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center Polri 110. Fon't

Senin, 26 Oktober 2026

Polisi Peduli Pengangguran, Polres Indramayu Buka Jalan Bagi Warga Korban PHK Kembali Bekerja


INDRAMAYU –Inara-my.Id Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan masa depan. Semangat untuk kembali bangkit dan memperoleh kesempatan kerja menjadi pesan utama dalam pembukaan pelatihan vokasi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) Polres Indramayu.

Sebanyak 100 peserta mendapat kesempatan mengikuti program peningkatan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Senin (26/10/2026).

Tak hanya membuka pelatihan, Kapolres juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Prianggo menyampaikan kehilangan pekerjaan merupakan tantangan yang tidak mudah bagi seseorang maupun keluarganya.

Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak mematahkan semangat para pekerja untuk kembali bangkit dan menata masa depan.

Kapolres menekankan bahwa pengalaman menghadapi PHK dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kemampuan, mempelajari keterampilan baru, dan membuka peluang yang sebelumnya belum pernah dicoba.
Menurutnya, pelatihan vokasi bukan sekadar kegiatan memberikan keterampilan teknis, tetapi merupakan investasi sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kapolres juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Para peserta diharapkan tidak merasa rendah diri karena pernah mengalami PHK, melainkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Melalui Program POLIRAN, peserta disiapkan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal mencari pekerjaan atau mengembangkan usaha.

Bidang pelatihan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan meliputi pembuatan espresso dan latte art, menjahit menggunakan mesin single needle, digital marketing dasar, serta penanganan refrigeran atau keterampilan teknisi AC.

Keempat bidang tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan peserta agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pekerja terdampak PHK untuk memulai langkah baru sesuai minat dan keterampilan yang dikembangkan.

Sementara Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim menjelaskan, Program POLIRAN merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, khususnya pengangguran akibat PHK.

Menurutnya, tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membangun kemitraan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Polres Indramayu menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu serta memperoleh dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat dan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Aan Hendrajana, M.Si., yang mewakili Bupati Indramayu, Kepala BBPKK Bandung Barat Aris Budiyanto, S.ST., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Indramayu Endang Ismiati, S.STP., M.Si., serta Kepala BPVP Bandung Barat Iman Riswandi, S.T., M.T.

Dalam rangkaian acara, Kapolres menyerahkan pakaian pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta dan melepas mereka untuk mengikuti tahapan pelatihan vokasi.

AKBP Prianggo menekankan pentingnya keberlanjutan Program POLIRAN agar manfaatnya tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Beliau berharap kerja sama lintas instansi dapat dilanjutkan melalui penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi pemagangan, peluang penempatan tenaga kerja, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin membangun usaha sendiri.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, pelatihan vokasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Melalui peningkatan kompetensi, peserta diharapkan mempunyai kesempatan lebih luas untuk kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, maupun mengembangkan usaha mandiri.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat "Polisi Bersama Masyarakat”.

Bagi para pekerja yang pernah kehilangan mata pencaharian, kesempatan belajar keterampilan baru diharapkan menjadi awal untuk kembali melangkah.

Sebab, di balik setiap kehilangan pekerjaan, masih ada peluang untuk bangkit, mengembangkan kemampuan, dan membangun masa depan yang lebih baik. Pungkasnya. Fon't

Minggu, 25 Oktober 2026

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Kapolres Indramayu Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas



INDRAMAYU –Inara- my Id Keselamatan masyarakat di jalan raya menjadi perhatian utama Polres Indramayu Polda Jawa Barat, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026.

Hal tersebut ditegaskan Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., saat menyampaikan amanat dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026, Senin (26/10/2026).

Dalam arahannya, Kapolres mengingatkan seluruh personel bahwa keberhasilan operasi lalu lintas tidak hanya diukur dari banyaknya pengendara yang ditindak, melainkan dari kemampuan kepolisian mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan masyarakat.

"Keberhasilan tugas tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi terutama dari kemampuan mencegah kecelakaan, menekan fatalitas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat," tegas AKBP Prianggo.
Operasi Patuh Lodaya 2026 dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Jawa Barat selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

“Operasi tersebut mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan." Jelas Kapolres.

Kapolres menjelaskan, tema tersebut menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga seluruh pengguna jalan.

Karena itu, pelaksanaan operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi, imbauan, pengaturan lalu lintas, serta pendekatan persuasif dan humanis.

Upaya tersebut didukung penegakan hukum secara profesional, termasuk melalui sistem penegakan hukum lalu lintas elektronik dan pemberian teguran sesuai ketentuan.

Dalam amanatnya, personel diminta memetakan titik rawan kecelakaan, mengidentifikasi potensi kemacetan serta pelanggaran, dan menentukan langkah pengamanan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, AKBP Prianggo menekankan lima hal yang harus menjadi pedoman seluruh personel.

Pertama, menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kedua, mengedepankan edukasi serta pendekatan humanis agar masyarakat memahami pentingnya disiplin berlalu lintas.

Ketiga, melaksanakan penegakan hukum secara tegas, adil, profesional, dan bertanggung jawab.

Keempat, memperkuat koordinasi serta kerja sama lintas instansi guna mendukung kelancaran dan efektivitas operasi.

Kelima, melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara melekat serta berjenjang agar setiap kegiatan berjalan sesuai prosedur.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga soliditas, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Menurutnya, upaya membangun budaya tertib berlalu lintas memerlukan keteladanan petugas sekaligus kesadaran dari masyarakat.

Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Kapolres Indramayu mengajak seluruh pengguna jalan untuk semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan tumbuh bukan semata karena adanya pengawasan atau penindakan, melainkan karena kesadaran bahwa keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya jauh lebih penting.

Kapolres menegaskan keberhasilan operasi harus terlihat dari menurunnya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepatuhan masyarakat, serta tumbuhnya budaya keselamatan di jalan raya.

Di akhir amanatnya, AKBP Prianggo mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

"Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan berikan pengabdian terbaik pada masyarakat, bangsa, dan negara," pesannya.

Melalui semangat "Polisi Bersama Masyarakat", Operasi Patuh Lodaya 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan.

Sebab, tujuan utama tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan memastikan setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat. fon't

Peringati HSN 2026, Lakpesdam PCNU Indramayu Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional



INDRAMAYU- Inara'my.Id 

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Indramayu melalui Program Inklusi menggelar kegiatan Kelas Inspiratif dan Pertemuan Rutin Forum Anak: Mengenal Kembali Permainan Anak Tradisional, di Taman Tugu Perjuangan Simpang Lima Indramayu, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini diikuti Forum Anak dari empat desa, yakni Desa Terusan, Panyindangan Kulon, Panyingkiran Lor, dan Lamarantarung, bersama dengan Generasi Muda Indramayu (GEMUYU). Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat interaksi sosial, kreativitas, dan kebersamaan di tengah perkembangan teknologi digital.
Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, yang akrab disapa Almak mengatakan, pentingnya menyediakan ruang positif bagi anak untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan potensi diri, serta mengenal nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Tema HSN 2026 "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri", menurutnya sangat relevan agar generasi muda ditanamkan wawasan tradisi yang kuat menuju Indonesia Emas 2045 ke depan.

“Peringatan HSN bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus mengenal kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya kita,” ujar Almak.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HSN 2026, kegiatan ini juga menjadi momentum pertemuan rutin Forum Anak untuk memperkuat komunikasi, partisipasi, dan jejaring antaranak dari berbagai desa di Kabupaten Indramayu.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat mendorong Forum Anak menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, serta terlibat dalam kegiatan positif di lingkungan masing-masing.

"Lakpesdam PCNU Indramayu terus mendorong penguatan peran masyarakat dan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak anak. Upaya ini juga sejalan dengan pentingnya pencegahan perkawinan anak melalui peningkatan pengetahuan, pengembangan potensi, serta penyediaan ruang bagi anak untuk belajar dan merencanakan masa depan," Jelas Almak.

"Dengan kegaitan ini, berharap anak-anak Indramayu semakin mengenal kekayaan budaya lokal, memperkuat persahabatan lintas desa, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, peduli, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat," imbuhnya.

Perkuat Forum Anak: Mengenal Permainan Tradisional, Belajar Nilai Kebersamaan

Kegiatan kelas inspiratif menghadirkan Koordinator Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kabupaten Indramayu, Ahmad Khoeri, sebagai pemateri dan fasilitator. Ia bersama Anggota Generasi Muda Indramayu (GEMUYU), Ruriasti Anggun Maulia, mengajak peserta mengenal kembali permainan anak tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai edukatif.

Ahmad Khoeri menjelaskan, permainan tradisional tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendorong anak untuk berkomunikasi, berkolaborasi, menghargai aturan, mengelola emosi, dan menghormati teman sebaya.

Melalui permainan yang dilakukan secara bersama-sama, anak-anak memperoleh kesempatan untuk belajar tentang sportivitas, kejujuran, tanggung jawab, serta pentingnya menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam membangun lingkungan yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Permainan tradisional menyimpan banyak nilai pembelajaran. Anak-anak bisa belajar bekerja sama, mengikuti aturan, menghargai teman, dan menerima hasil permainan dengan sikap sportif. Hal-hal sederhana seperti ini penting untuk membangun karakter anak,” ujar Ahmad Khoeri.

Ia menambahkan, pengenalan kembali permainan tradisional perlu dilakukan secara kreatif agar tetap dekat dengan kehidupan anak-anak masa kini. Keterlibatan komunitas, keluarga, sekolah, dan lingkungan desa juga dapat membantu menjaga keberlanjutan permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Ruriasti Anggun Maulia dari GEMUYU menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadirkan kegiatan yang menarik, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, ruang perjumpaan lintas desa dapat memperluas pertemanan sekaligus mendorong anak untuk lebih percaya diri dan aktif dalam kegiatan bersama.

“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk saling mengenal, bermain bersama, dan belajar menghargai satu sama lain. Generasi muda juga bisa mengambil peran untuk menjaga permainan tradisional agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh anak-anak sekarang,” ungkap Ruriasti. (Fon't/ Kabiro)

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kapolres Indramayu Temui Tokoh Agama di Haurgeulis, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas


INDRAMAYU – Inara-my.Id Kapolres Indramayu Polda Jabar AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., terus mempererat hubungan dengan para tokoh agama sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat.

Kali ini, Kapolres bersilaturahmi dengan KH. M. Musthofa Bisri, Ketua DPW Jawa Barat PWI LS, di Jalan Cipedang Bunder, Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jumat pagi (23/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan tokoh agama untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga Indramayu tetap aman dan damai.

Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Kasat Intelkam Polres Indramayu AKP Agus Suwartono, S.H., Kapolsek Haurgeulis AKP Saefullah, S.H., M.M., serta Camat Haurgeulis Rory Firmansyah, S.STP., M.Si.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, silaturahmi tersebut bertujuan membangun komunikasi yang baik antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran ulama bukan hanya sebagai pembimbing keagamaan, tetapi juga menjadi penyejuk dan pemersatu di tengah berbagai dinamika sosial.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres memandang tokoh agama sebagai kompas dan lentera bangsa yang memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan kesejukan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kerukunan masyarakat.

Diskusi juga membahas perkembangan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Indramayu. Kapolres turut menerima masukan dan saran dari KH. M. Musthofa Bisri sebagai bahan untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Selain berdialog, Kapolres juga memohon doa dan dukungan para ulama agar Polres Indramayu dapat menjalankan tugas dengan baik, khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Kita menyadari bahwa polisi berasal dari masyarakat. Kita lahir untuk masyarakat, kita bekerja dengan tulus untuk masyarakat dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ungkapnya.

AKP Tarno menambahkan, kepolisian menyadari bahwa menjaga keamanan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan dukungan dan kepercayaan masyarakat, termasuk keterlibatan tokoh agama yang memiliki kedekatan dengan warga.

Melalui komunikasi yang terus dibangun, para ulama diharapkan dapat menjadi mitra kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian, toleransi, dan persatuan.

Pertemuan tersebut juga sejalan dengan semangat "Polisi Bersama Masyarakat", yang menempatkan kebersamaan dan kolaborasi sebagai bagian penting dalam menciptakan keamanan.

AKP Tarno berharap sinergi dengan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Indramayu tetap aman, damai, dan kondusif. (Fon't/ Kabiro)

Video Remaja Bawa Sajam Viral di Pantura Indramayu, Polisi Amankan 9 Orang


INDRAMAYU –Inara-my.Id Polres Indramayu Polda Jawa Barat, mengamankan sembilan remaja terkait video viral yang memperlihatkan dugaan aksi geng motor membawa senjata tajam di jalur Pantura, Kabupaten Indramayu.

Kesembilan remaja yang berusia 15 hingga 17 tahun itu diamankan setelah Tim Resmob Satreskrim Polres Indramayu bersama Unit Reskrim Polsek Widasari dan Polsek Jatibarang melakukan penyelidikan terhadap rekaman yang beredar di media sosial.

Video tersebut sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena memperlihatkan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di Jalan Pantura Baru, Desa Ujungpendok, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, penyelidikan dilakukan setelah kepolisian memperoleh informasi mengenai video tersebut pada Sabtu (24/10/2026).

Dari hasil penelusuran, polisi mengidentifikasi sejumlah remaja yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa dalam rekaman tersebut.
Tim gabungan kemudian mendatangi lokasi keberadaan sejumlah remaja dan mengamankan sembilan orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu senjata tajam jenis golok, satu celurit, enam telepon genggam, serta satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe warna hitam beserta kuncinya.

AKP Tarno menjelaskan, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, peristiwa tersebut diduga bermula dari komunikasi antara dua kelompok remaja melalui media sosial Instagram.

Komunikasi itu kemudian berkembang menjadi rencana pertemuan di Jalan Pantura Baru, Desa Ujungpendok, Kecamatan Widasari, pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Sejumlah remaja diduga datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam.

Namun, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, kedua kelompok belum sempat terlibat bentrokan fisik.

Salah satu kelompok disebut memilih berbalik arah dan meninggalkan lokasi setelah melihat jumlah anggota kelompok lain yang lebih banyak.

Kepolisian masih mendalami kronologi kejadian, kepemilikan senjata tajam, serta peran masing-masing remaja yang telah dimintai keterangan.

Setelah diamankan, kesembilan remaja dibawa ke Mapolres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganan selanjutnya diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu mengingat seluruh remaja yang diamankan masih berusia di bawah 18 tahun.

AKP Tarno menjelaskan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan keterlibatan masing-masing anak berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.

Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya aksi serupa yang dapat membahayakan keselamatan remaja maupun masyarakat pengguna jalan.

Selain melakukan penyelidikan, kepolisian mengingatkan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah keterlibatan anak-anak dalam kekerasan jalanan.

Orang tua diharapkan meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk pergaulan serta penggunaan media sosial, kata AKP Tarno, Minggu (25/10/2026)

Perselisihan yang bermula dari komunikasi di dunia maya tidak seharusnya berkembang menjadi tindakan yang membahayakan keselamatan.

Pihaknya juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya kelompok remaja yang berpotensi melakukan tawuran atau membawa senjata tajam.

Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 maupun layanan kepolisian "Lapor Pak Polisi Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110.

Melalui langkah penyelidikan dan pencegahan, kepolisian berupaya menjaga keamanan wilayah sekaligus melindungi masa depan generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan.

Perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Jelas AKP Tarno. (Fon't/Kabiro)