CIREBON KOTA – Jajaran Polres Cirebon Kota melaksanakan pengamanan maksimal menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Senin (16/02/2026), dengan memfokuskan pengamanan pada lima vihara dan klenteng di wilayah Kota Cirebon.
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek dapat berjalan dengan aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi umat yang melaksanakan sembahyang.
Salah satu titik utama pengamanan berada di Vihara Dewi Welas Asih, klenteng Tridharma yang berlokasi di Jalan Kantor, Kota Cirebon, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Tao dengan jumlah jemaat cukup besar setiap perayaan Imlek.
Kapolres Cirebon Kota Eko Iskandar menjelaskan bahwa pengamanan telah dimulai sejak pagi hari dan akan terus dilaksanakan hingga malam pergantian tahun, bahkan berlanjut sampai hari berikutnya menyesuaikan dengan rangkaian ibadah.
“Sejak pagi hingga sore ini, dan nanti malam, kami melaksanakan pengamanan untuk saudara-saudara kita yang merayakan Imlek. Di Kota Cirebon terdapat lima titik yang menjadi fokus atensi pengamanan selama rangkaian perayaan Imlek,” ujarnya saat memantau langsung kesiapan pengamanan.
Sebanyak 250 personel Polres Cirebon Kota dikerahkan dan disebar di masing-masing vihara dan klenteng, dengan jumlah personel yang disesuaikan berdasarkan estimasi jemaat di setiap lokasi ibadah.
“Mulai pagi, sore, malam ini, hingga besok pagi dan malam masih terdapat kegiatan sembahyang. Anggota kami standby di sekitar vihara untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman,” tambahnya.
Kapolres juga menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di seluruh vihara dan klenteng terpantau aman dan terkendali, serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama.
“Kota Cirebon sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang kental dengan nilai pluralisme. Kerukunan antarumat beragama terlihat nyata, dan ini harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, semangat toleransi di Kota Cirebon juga terlihat dari partisipasi masyarakat lintas agama yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Imlek sebagai bentuk solidaritas sosial.
“Tidak hanya umat Konghucu dan Buddha, masyarakat Muslim di Kota Cirebon juga ikut berpartisipasi membantu. Ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan umat beragama yang sangat kami apresiasi,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, salah satu pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Hendra, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan lebih sederhana mengingat waktunya yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan, termasuk tidak dilaksanakannya perayaan Cap Go Meh secara besar-besaran.
“Cap Go Meh dilaksanakan secara internal vihara saja, sebagai bentuk saling menghormati karena berdekatan dengan bulan Ramadan. Persiapan Imlek sendiri sudah hampir 100 persen dan tinggal penyempurnaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian ibadah tetap dilaksanakan seperti biasa, termasuk menyalakan lilin dan sembahyang bersama menjelang pergantian tahun sebagai simbol harapan agar di tahun baru semangat semakin kuat dan cita-cita dapat terwujud, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
((Bang keling))




